Skip to main content

Bang Rhoma di TV One




Untuk yang kesekiannya saya melihat Bang Rhoma di TV One. bukan untuk menyanyi, atau ceramah agama, tetapi berbicara sebagai salah seorang yang mengajukan diri sebagai bakal capres. kali ini yang didiskusikan adalah kontroversi pembubaran MK oleh BR, dengan alasan-alasan yang bagi banyak orang justru salah tempat.

saya tak terlalu banyak berharap dengan diskusi itu. apalagi sendari awal, TV One seperti ingin menguliti BR. Saya justru prihatin dengan BR ini, beberapa kali dia masuk TV, tetapi justru yang saya lihat hanya menjatuhkan dirinya. ya, menjatuhkan dirinya. saya bertanya-tanya dalam hati, apakah BR ini tak punya konsultan politik?

saya mengingat, pertama kali menyaksikan BR dalam acara mata najwa. di situ, terlihat sekali bila BR tak menguasai persoalan sebab dia dibantai oleh Najwa. dari acara itu, saya berharap BR mengambil pelajaran. paling tidak banyak membaca, dan memiliki konsultan politik yang mampu memperbaiki komunikasi politiknya. itu harapan saya.

hari ini, saya memang melihat BR berubah. paling tidak dia sudah belajar konstitusi. argumentasinya dilandasi oleh referensi ayat dan pasal UU. tetapi pokok persoalannya adalah: argumen pembubaran MK yang disuarakan BR sama sekali tidak memiliki alasan akademis. lontaran argumentasi BR justru menambah deret kegagalannya dalam menampilkan sosok cerdas. karena yang muncul justru sebaliknya: sok cerdas.

sok cerdas ini bahaya. karena orang yang sok cerdas itu justru tak cerdas. so, buat Bang Rhoma sebaiknya anda memikirkan dulu apa yang anda omongkan. karena omongan anda, mencerminkan kapasaitas diri...


Comments

Popular posts from this blog

langkah kaki yg tersuruk

Seperti juga air yg kadang gagal menembus cadas, begitu pula kaki ini yg kerap tersuruk dan terantuk. entah sudah berapa puluh kali kaki ini berdarah, tertusuk duri, sekedar lecet, karena mata dan kaki tidak seirama. mata memandang, otak kosong, entah memikirkan apa. langkah kaki yang tersuruk dan terantuk, menyakitkan. tetapi tidak mengapokan. kita tetap melangkah walau resiko tersuruk dan terantuk terbuka. kita menguatkan dalam hati bahwa tak lagi-lagi tersuruk itu terjadi. walau kenyataannya tak pernah terkakulasi dengan tepat. langkah kaki dan langkah hidup itu sepertinya berdampingan, seirama. ritme langkah hidup itu mirip benar dengan dengan langkah kaki yg sering terantuk dan tersuruk itu. sama benar. berkali-kali dalam hidup kita terluka, tersakiti, jatuh, dan menderita. tetapi, itu tidak mengapokan. bahkan justru membesarkan dan menguatkan. jatoh dan menderitanya kita itu seperti imun yang datang begitu cacar air menghinggapi tubuh, setelahnya cacar air tak sudi lagi berku...

Basa Basi Tak Lagi Punya Teritori

Sebut saja siapa yang menurutmu terlibat, Jenderal itukah, birokrat diakah, pengacara kah Atau siapa? Sebut saja, biar ku tebas semua dengan lidahku. Basa basi biar ku kubur jauh hari Di pusara tua gunung padang Bicara hati hati biar ku pateni Ku kubur di  karet bivak. Sudahi sandiwara Hapus topeng setan Coret lidah manis Aku sungguh muak! Kau yg berdasi, mari sini Kau yg berkursi maju kl berani Anda yg bersenjata, silahkan di data Biar ku rampas  habis. Biar ku tebas Sampai tumpas Biar ku peras Jadi ampas. Siapa yg terlibat katakan saja Basa basi tak lagi punya teritori Di negeri ini…!

Melihat ke Atap sebuah Masjid

Oleh: Oloy S. Wandi Berjalan ke sebuah tempat dengan langkah gontai Kaki melambai turun naik ditiup angin sore. Hati masih terus berkabut Dingin, lebam, sahdu, remang  jadi satu, masing masing seperti janur pada ketupat Yg sulam menyulam itu. Batu-batu, aspal yg mengelupas, gemrisik rumput Sapa menyapa bagai sahabat lama, seperti baru ketemu. Merasakan sesiur  angin dari muka menerpa wajah ku yg kusam Meniup lelah yg sekian lama bersarang, ada sensasi di situ; kecipak sepat di kali sunter yg kerap menggoda kailku. Aku tertegun sesaat, tertegun sebab entah kapan  pernah ku rasakan sensasi ini, ia telah lama terkubur, jauh, jauh, dan jauh Lalu tiba2 ia muncul sebagai hantu berlumpur. Angin itu membawa sesuatu,  kabar luka atau kabar duka, berita berita Yg kerap kita tolak dan jauhi, cerita cerita yg kita anggap mustahil: cerita Dajjal yg terkerangkeng di sebuah pulau atau wajah wajah yg kerap muncul Pada ubin seorang janda tua. Atau kau lebih suka ce...