Sungguh tak enak, melontarkan kemarahan pada seseorang yang kita anggap teman. ditambah lagi, saya lakukan karena masalah yang sangat remeh. ya, sangat remeh. saya merasa bodoh, sebab marah tanpa memikirkan dampak dan hubungan selanjutnya. saya merasa bodoh, karena marah pada hal-hal remeh.
secara gentleman, saya meminta maaf padanya. mengakui kebodohan saya. tetapi saya pikir, semuanya tak akan sama. apa lagi, setelah hari ini, teman saya itu, sudah harus berpindah aktivitas. artinya tidak akan lagi ada hubungan yang intens seperti layaknya dulu.
maka mengelola emosi adalah hal penting dalam percakapan kita kali ini. kita boleh saja marah, tetapi marahlah disaat dan waktu yang tepat. artinya marah yang tepat sasaran, marah yang mencerahkan. marahlah ketika dengan marah itu dapat menyadarkan orang lain atas kesalahan yang mereka buat. marahlah karena prinsip-prinsip yang tak bisa ditoleran.
pada kasus saya di atas, kemarahan saya justru menjadi blunder. karena dua hal, pertama seperti yang saya sebut di atas, persoalannya tidak substantif, kedua karena duduk perkara yang belum jelas artinya ada fakta yang belum klir.
blunder karena justru kemarahan saya tidak menyadarkan seseorang, justru sebaliknya menambah ketidaksimpatikan. bahkan lebih jauh bisa mengakibatkan rusaknya hubungan pertemanan. inilah pelajaran terpenting yang saya ambil. jangan marah karena hal-hal remeh...
secara gentleman, saya meminta maaf padanya. mengakui kebodohan saya. tetapi saya pikir, semuanya tak akan sama. apa lagi, setelah hari ini, teman saya itu, sudah harus berpindah aktivitas. artinya tidak akan lagi ada hubungan yang intens seperti layaknya dulu.
maka mengelola emosi adalah hal penting dalam percakapan kita kali ini. kita boleh saja marah, tetapi marahlah disaat dan waktu yang tepat. artinya marah yang tepat sasaran, marah yang mencerahkan. marahlah ketika dengan marah itu dapat menyadarkan orang lain atas kesalahan yang mereka buat. marahlah karena prinsip-prinsip yang tak bisa ditoleran.
pada kasus saya di atas, kemarahan saya justru menjadi blunder. karena dua hal, pertama seperti yang saya sebut di atas, persoalannya tidak substantif, kedua karena duduk perkara yang belum jelas artinya ada fakta yang belum klir.
blunder karena justru kemarahan saya tidak menyadarkan seseorang, justru sebaliknya menambah ketidaksimpatikan. bahkan lebih jauh bisa mengakibatkan rusaknya hubungan pertemanan. inilah pelajaran terpenting yang saya ambil. jangan marah karena hal-hal remeh...
Comments
Post a Comment