Skip to main content

Posts

Melihat wajah Matahari

Apakah kita mampu memandang wajah matahari seperti layaknya kita menikmati bulan? dengan mata telanjang? tidak, tidak,, sudah pasti. mata kita tak akan kuat menerima energi panas yg dipancarkan sang surya itu. kita pasti membutuhkan alat, mungkin kaca mata hitam ray ban, atau teropong khusus yg dirancang untuk mengamati matahari. jadi sebenarnya kita bisa melihat wajah matahari ya? dengan bantuan alat tentunya. saya sendiri sering memperbandingkan ketidakmungkinan itu dengan melihat wajah matahari. membenturkan kemungkinan-kemungkinan pada problematik yg secara sekilas mustahil. membenturkan problematika yg musykil dengan kemungkinan itu, seperti mencari-cari jalan keluar air ketika ia dihadapkan pada dinding tinggi. yg dilakukan air tentu tidak saja menggenangi tebing itu dengan sebanyak-banyaknya volume, tetapi juga merembeskan dirinya ke segala arah yg mungkin.

BERHENTILAH

Berhentilah* Berhentilah di tepi jalan, memungut apa saja yang dapat tergapai, mungkin batu, duri, selembar daun, dahan yang meluruh, apa saja. Berhentilah sejenak, dan rasakan denyut jantungmu, kepak sayap burung di akanan, desir dan semilir angin, anyir darah. Berhentilah. Lalu tulis dalam lembar-lembar bencimu, yang kau patri jauh di hatimu, kisah-kisah tentang semua itu. Daun yang meluruh ke tanah dengan gigil dan cemas. Kepak sayap emprit yang menjauh, dan terbang ke sebuah semak, atau duri-duri yang tergeletak di pinggir-pinggir perigi hatimu. Tulislah, dengan sepenuh jiwa, jiwa yang telah kau masak dengan segala teori, dengan segala racun, dan beban-beban yang tak tertanggungkan. Lalu, kembali berhenti. Di tiap tikungan yang mengarah pada rerimbunan tak bertepi. Hutan-hutan malam yang liar, rumput-rumput yang menyemak, dan teritik air yang menggemakan kesenduan. Bersatulah dengan mereka, resapi ratap kesunyian yang membuka dan menutup, meloncat-loncat ke gendang ...

desain cover buku

ini desain cover buku saya. dibuat dengan corel x4. masih simple ya...

belajar corel (desain ke 2)

dapet tutorial bikin tulisan pecah...ya ane coba aja. begini hasilnya.... untuk tutorialnya, monngo disedot linknya: http://idesainesia.com/tutorial-membuat-efek-teks-pecah-di-coreldraw ya, masih blon bagus sih...namanya juga belajar.....

belajar membuat brosur

 ini dia desain brosur perdana saya:::(ini hasil contekan dari sebuah brosur) ya, belum begitu bagus sih. karena namanya juga belajar.... hehehe

Bang Rhoma di TV One

Untuk yang kesekiannya saya melihat Bang Rhoma di TV One. bukan untuk menyanyi, atau ceramah agama, tetapi berbicara sebagai salah seorang yang mengajukan diri sebagai bakal capres. kali ini yang didiskusikan adalah kontroversi pembubaran MK oleh BR, dengan alasan-alasan yang bagi banyak orang justru salah tempat. saya tak terlalu banyak berharap dengan diskusi itu. apalagi sendari awal, TV One seperti ingin menguliti BR. Saya justru prihatin dengan BR ini, beberapa kali dia masuk TV, tetapi justru yang saya lihat hanya menjatuhkan dirinya. ya, menjatuhkan dirinya. saya bertanya-tanya dalam hati, apakah BR ini tak punya konsultan politik? saya mengingat, pertama kali menyaksikan BR dalam acara mata najwa. di situ, terlihat sekali bila BR tak menguasai persoalan sebab dia dibantai oleh Najwa. dari acara itu, saya berharap BR mengambil pelajaran. paling tidak banyak membaca, dan memiliki konsultan politik yang mampu memperbaiki komunikasi politiknya. itu harapan saya. hari ini...

Apa Artinya Teman?

Sungguh tak enak, melontarkan kemarahan pada seseorang yang kita anggap teman. ditambah lagi, saya lakukan karena masalah yang sangat remeh. ya, sangat remeh. saya merasa bodoh, sebab marah tanpa memikirkan dampak dan hubungan selanjutnya. saya merasa bodoh, karena marah pada hal-hal remeh. secara gentleman, saya meminta maaf padanya. mengakui kebodohan saya. tetapi saya pikir, semuanya tak akan sama. apa lagi, setelah hari ini, teman saya itu, sudah harus berpindah aktivitas. artinya tidak akan lagi ada hubungan yang intens seperti layaknya dulu. maka mengelola emosi adalah hal penting dalam percakapan kita kali ini. kita boleh saja marah, tetapi marahlah disaat dan waktu yang tepat. artinya marah yang tepat sasaran, marah yang mencerahkan. marahlah ketika dengan marah itu dapat menyadarkan orang lain atas kesalahan yang mereka buat. marahlah karena prinsip-prinsip yang tak bisa ditoleran. pada kasus saya di atas, kemarahan saya justru menjadi blunder. karena dua hal, pertama se...