Seperti biasanya tiap kali hendak ke kantor saya menyempatkan diri menonton berita dari TV one atau Metro TV. Pagi tadi berita masih serupa seperti kemarin, letusan gunung Sinabung, kasus-kasus korupsi, Hakim Artidjo, demo dokter dan beberapa berita kriminal. ah masih sama, gumam saya. sudahlah saya memutuskan untuk mematikan televisi.
tetapi beberapa detik sebelum tangan saya menyentuh tombol off di remote, penyiar tv membacakan berita tentang HR dan Jkw yang secara bersamaan menggunakan commuter line. otomatis tangan saya berhenti dan mata ini tertarik untuk mengikuti berita tesebut. ada apa ini, begitu batin saya.
Tak seperti biasanya HR menyempatkan diri berbaur dengan rakyat biasa. sosok HR biasanya terdefinisikan sebagai elit, jauh dari rakyat. pertanyaan yang timbul secara spontan dibenak saya adalah: apakah ini bentuk pencitraan menjelang pilpres? well masuk akal. apalagi di samping HR ada sosok Jokowi yang kini tengah melambung.
berbaur dengan rakyat, blusukan, atau kegiatan2 lain yang bersifat sosial sejatinya adalah hal mulia. apalagi dilakukan oleh pejabat publik yang notabene adalah pelayan rakyat. Tetapi pada HR yang jarang melakukan tindakan diluar protokoler, ini bisa menimbulkan tafsir beda.
paling mudah adalah tuduhan pencitraan. tuduhan ini memang paling masuk akal, mengingat HR adalah politikus dan berniat menjadi Capres di 2014. jadi, memang agak serba salah mengingat trend blusukan dan spontanitas itu milik jokowi. serba salah, karena melakukan blusukan akan dicap tak tulus, bila tak melakukan akan dicap elitis.
mungkin yang paling baik adalah mengakui kalau blusukannya itu memang mengikuti JKW. dengan begitu akan ada point ikhlas yg bisa disematkan oleh rakyat.
tapi, maukah mereka, para politisii egois itu bersifat humble???
Comments
Post a Comment