Skip to main content

Tentang Madikipe!

Sudah lama tak berpuisi. Ini sebenernya puisi yg terinspirasi dr seorang penyair hebat. Silahkan...

Tentang Madikipe!

Berdiri di atas puing hitam ini,
Hati terasa membiru beku
Biru serupa wajah lebammu
Yg berkali kali dihajar/digebuk/digilas cakar si lentik bergincu tebal itu: amoy yg ketinggalan imlek.

Sejujurnya aku gemetar, hati terasa habis terhempas sampai jauh ke tempat tempat tersunyi: selokan mampet, bunyi perut yg kelaparan, bau limbah yg mencengkram iga.
Inginku lalu saja, memejamkan mata ini dan berlaku seandainya purnama selalu sempurna: tanpa awan.

Lalu duduk di tepian kali sunter
Memeluk bakung yg liar menjulur
Menghirup kembangnya yg ungu bersemu, masih kah si kepik itu berumah di balik kelopakmu?

Lalu kaki terjulur, mengaduk air yg bergulung bening, membelah terantuk batu, beriak ditelan arus derasnya yg tiba tiba liar. Oh, kecipak air yg berjingkatan itu berkali kali membuat dada ini bergemuruh.

Tetapi purnama musim hujan begini
Selalu kusam. Macam wajah kali ciliwung , wajah kali krukut, wajah kali cisadane, wajah got got marunda, wajah selokan cililitan, wajah nisan si pitung, wajah nisan bokir, wajah nisan bang ben, wajah tanji dor yg kedodoran, wajah kita.

Sejujurnya aku gemetar dan seperti hendak kencing melihat puing hitam ini  saban saat membesar
Mendesak semua yg ku kenal ke belakang. Dan kita tak kuasa lagi
Sekedar berkata:madikipe!

Comments

Popular posts from this blog

langkah kaki yg tersuruk

Seperti juga air yg kadang gagal menembus cadas, begitu pula kaki ini yg kerap tersuruk dan terantuk. entah sudah berapa puluh kali kaki ini berdarah, tertusuk duri, sekedar lecet, karena mata dan kaki tidak seirama. mata memandang, otak kosong, entah memikirkan apa. langkah kaki yang tersuruk dan terantuk, menyakitkan. tetapi tidak mengapokan. kita tetap melangkah walau resiko tersuruk dan terantuk terbuka. kita menguatkan dalam hati bahwa tak lagi-lagi tersuruk itu terjadi. walau kenyataannya tak pernah terkakulasi dengan tepat. langkah kaki dan langkah hidup itu sepertinya berdampingan, seirama. ritme langkah hidup itu mirip benar dengan dengan langkah kaki yg sering terantuk dan tersuruk itu. sama benar. berkali-kali dalam hidup kita terluka, tersakiti, jatuh, dan menderita. tetapi, itu tidak mengapokan. bahkan justru membesarkan dan menguatkan. jatoh dan menderitanya kita itu seperti imun yang datang begitu cacar air menghinggapi tubuh, setelahnya cacar air tak sudi lagi berku...

Basa Basi Tak Lagi Punya Teritori

Sebut saja siapa yang menurutmu terlibat, Jenderal itukah, birokrat diakah, pengacara kah Atau siapa? Sebut saja, biar ku tebas semua dengan lidahku. Basa basi biar ku kubur jauh hari Di pusara tua gunung padang Bicara hati hati biar ku pateni Ku kubur di  karet bivak. Sudahi sandiwara Hapus topeng setan Coret lidah manis Aku sungguh muak! Kau yg berdasi, mari sini Kau yg berkursi maju kl berani Anda yg bersenjata, silahkan di data Biar ku rampas  habis. Biar ku tebas Sampai tumpas Biar ku peras Jadi ampas. Siapa yg terlibat katakan saja Basa basi tak lagi punya teritori Di negeri ini…!

Melihat ke Atap sebuah Masjid

Oleh: Oloy S. Wandi Berjalan ke sebuah tempat dengan langkah gontai Kaki melambai turun naik ditiup angin sore. Hati masih terus berkabut Dingin, lebam, sahdu, remang  jadi satu, masing masing seperti janur pada ketupat Yg sulam menyulam itu. Batu-batu, aspal yg mengelupas, gemrisik rumput Sapa menyapa bagai sahabat lama, seperti baru ketemu. Merasakan sesiur  angin dari muka menerpa wajah ku yg kusam Meniup lelah yg sekian lama bersarang, ada sensasi di situ; kecipak sepat di kali sunter yg kerap menggoda kailku. Aku tertegun sesaat, tertegun sebab entah kapan  pernah ku rasakan sensasi ini, ia telah lama terkubur, jauh, jauh, dan jauh Lalu tiba2 ia muncul sebagai hantu berlumpur. Angin itu membawa sesuatu,  kabar luka atau kabar duka, berita berita Yg kerap kita tolak dan jauhi, cerita cerita yg kita anggap mustahil: cerita Dajjal yg terkerangkeng di sebuah pulau atau wajah wajah yg kerap muncul Pada ubin seorang janda tua. Atau kau lebih suka ce...